"Setiap sakit pasti ada obatnya, setiap pahit pasti ada penawarnya. Kerasnya batu pun begitu."
Stuck....... iya stuck. Stuck semuanys stufk. Gak bergerak. Macet. Mundur perlahan. Gak tau lagi akan mundur sampai mana. Semuanya karen kebatuan ini.
Udah banyak temen temen dan keluarga bilang "Ayuuu ga boleh gitu, ayu harus PD , ayu itu cantik, ayu uda berubah ko, ayu ga boleh pesimis, ga boleh negatif thinking blaaah blaaah.." Tapi tetep aja saking batunyaaaa kepala dan hati ini.. ya omongan omongan kayak gitu gak pernah hinggap lama di telinga.. Ah bodo amat lagian apa yg mau dibanggain , kamu siapa emangnya? Kamu punya apa yuk? Maju aja ga berani.. apalagi lari. Apalagi nikung. #eh .. lagian ini masalah hati dan perasaan. Ga mempan diomongin. Hanya bisa diberitahu dengan perasaan, atau orang yang diperasain...
Termasuk didepanya, kebatuan ini juga muncul. Lebih parah kayaknya. Dari omongan, proposal. Kerjaan, dan lainya deh pokoknya. Tetapi di saat bersamaan aku sangat berusaha untuk melunakkan kebatuan ini didepan dia. Aku lebih sering ngalah, nurut, yaa pokoknya lbh denger dia lah.. sempet ngebatin apa dia penawar 'batu' aku ya? Apa dia yang bisa membawa aku lebih baik? Tapi cuma sempat.... begitu difikir.. oh iya ada wanita itu, yg lebih segalanya... da aku mah apa atuh....
Tapi gak apa apa.. Aku akan lebih bahagia kalau dia sudah bersama wanita yang membawa banyak kebahagiaan untuk dia. Bukan bersama wanita yang...... yang ...yang bisa menyayangi dia dengan tulus. Dan terkesan tidak tahu diri.........